Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Better Now Than Never

Yuhuuuw setelah sekian lama enggak ngomongin soal hati dan cinta. Post kali akan membahas perihal itu yaw. Kali ini soal hati yang trauma. Caelah~. Udah kek dokter cinta aja nih ya. Sejauh ini, aku pribadi suka diceritain perjalanan cintanya temen-temen deket gitu. Kadang masih suka enggak paham sama rasanya sakit hati/patah hati/semacamnya yang membuat temen-temen kebanyakan memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan orang yang sudah dianggap menyakiti (mantan). Kebanyakan alasannya karena tidak ingin membuka luka lama tapi ada hal yang membingungkan dibalik alasan itu.  Enggak membuka luka sih tapi kok bisa sih musuhan sama orang? atau kok bisa sih pura-pura enggak kenal dengan orang yang sudah pernah disayang? atau kok bisa sih memutus silaturahmi yang udah dijalin dengan sebegitu manisnya hanya karena dikecewakan. Lebih parah lagi adalah kenapa sih tidak bisa mengikhlaskan semua yang terjadi aja terus berhubungan B aja gitu sama mantan, ya enggak...

Wisata Jogja Solusi Holiday Sobat Miskin

Sebagai anak kuliah rantauan yang belum berpenghasilan dan ingin liburan sungguh sebuah kondisi yang kadang sulit terwujudkan yaw. Ya gimana, masa iya buat liburan aja kudu minta ortu kan ah enggak keren ah. Di sisi lain juga pengen mengisi feed Instagram ya kan, butuh stock foto baru tapi apa daya finansial pun enggak mendukung. Pengen cerita, aku suka travelling ala-ala gitu ya kan. Let’s get lost ala-ala. Tahun 2017 kemarin aku sama temen, Namanya Maulidha Prima. Sohib dari SMP wakakaka memutuskan let’s get lost ala-ala. Karena minim budget, cuman bisa buat beli makan dan bensin akhirnya jalan-jalanlah kita ke daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Di sana emang banyak banget destinasi wisata murah pake banget. Sebut aja salah satunya Puncak Panguk dan Bukit Mojo. Pas ke sana, aku sama adik laki-lakiku. Tiket masuknya gratis dan cuman bayar parkir Rp. 2000 aja. Karena di sana ada berbagai spot foto yang tersedia, rata-rata buat 1 spot foto bayarnya cuman Rp. 3000 dan bebas mau ...

Gen Z Mentality

Seperti yang pernah ku update di twitter beberapa waktu lalu soal cerita Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yaitu kegiatan mengaji dan belajar agama islam rutin setiap hari/minggunya. Aku ulangi ya di sini. Jadi kemarin hari kamis ngajar TPA di masjid deket rumah, sistemnya pas kebagian ngajarin yang qur’an. Nah sistem bacanya nih setiap anak baca satu ayat gitu terus gantian anak yang lain urut gitu lah yak. Di putaran satu, anak-anak baca situasi nampak aman. Begitu masuk putaran dua ada satu anak nangis. Anak ini nangis pas giliran temannya yang lain baca, otomatis aku  enggak notice ya kan dia nangis.  Temen yang lain yang bilang "Mbak, si X nangis", aku awalnya  biasa aja, cuman ya ku elus-elus dulu tangannya sambil tetep merhatiin yang lagi baca. Kenapa aku  enggak  heboh atau panik kalau ada anak nangis ya karena anak nangis tuh dah kayak hal biasa banget gitu di TPA. Berantem sampe jambak-jambakan jilbab pun dah biasa, jambak-jambak rambut, teriak-teriak...

Oleh-oleh Dari Jakarta

Belum lama ini aku holiday ke Jakarta. Sekitar seminggu aku ada di wilayah sana, meski nomaden wakaka alias pindah-pindah karena urusan yang berbeda di berbagai tempat mengharuskan aku juga berpindah-pindah setiap waktu. Selama di sana, aku  full menggunakan public transportation . Di Jakarta yang merupakan kota besar, sekarang ini public transportation merupakan hal yang mudah ditemui bahkan lebih mudah ditemui dibandingkan Kota Yogyakarta. Semoga Yogja lekas menyusul yaw sebelum kendaraan pribadi semakin merajalela (eh, apa sudah?). Public transportation yang paling sering kugunakan adalah transportasi online dan KRL Commuter Line milik PT Kereta Api Indonesia. Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo pada saat ulang tahun PT KAI Ke-72, Beliau mengatakan “……Semoga PT KAI  semakin maju dan melaju, dan  menjadi moda transportasi  yang favorit, yang  aman , yang cepat, dan  tepat waktu” . Benar adanya, kini PT KAI semakin maju. Dari yang dulunya (...

Project #KopiPakaiHati Tamat

Halo. Dulu aku pernah post tentang #KopiPakaiHati yang menerangkan tentang apasih #KopiPakaiHati itu. Nah post kali ini juga tentang #KopiPakaiHati tapi lebih ke hmmm kenapa aku menghentikan project #KopiPakaiHati di media social twitter dan kenapa #KopiPakaiHati kini menjadi blog title. Dulu aku bilang kalau aku membuat project #KopiPakaiHati untuk diriku sendiri. Untuk mencoba belajar berkomitmen dan berjanji kepada diri sendiri. Berjanji untuk menyisihkan waktu tanpa beban untuk menulis. Karena aku ingin di setiap waktu yang kulewati memiliki kenangan dan hasil yang bisa ku buka kembali untuk aku ingat suatu saat nanti. Kenapa aku menghentikan project #KopiPakaiHati di twitter? Aku menghentikan bukan karena bosan, bukan juga kehabisan ide, bukan juga semata-mata sibuk. Aku menghentikan karena aku lelah. Di saat bersamaan aku harus belajar hal-hal baru. Bukankah manusia keren itu yang mau belajar hal-hal baru? Aku tidak menjanjikan akan seperti apa karya-karya aku yang l...

Sepakbola Maut

Hari Minggu, 23 September 2018 merupakan hari dimana dunia sepakbola Indonesia mengalami duka. Seorang supporter Persatuan Sepakbola Jakarta (Persija) yang disebut Jackmania di keroyok oleh supporter Persatuan Sepakbola Bandung (Persib) yang disebut Bobotoh. Hari itu dimana pertandingan antara Persija melawan Persib yang dimenangkan oleh Persib 3 : 2. Supporter Persija yang menjadi korban adalah Haringga Sirla. Mengetahui hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kemudian langsung mengeluarkan statementnya yang diantaranya “…..aku kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan Persib yang didapat dengan susah payah…..aku sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat…..bagiku lebih baik tidak ada liga sepakbola jka harus mengorbankan nyawa manusia”. Usut punya usut alasan oknum Bobotoh mengeroyok Haringga tersebut karena Haringga yang nekat ke Bandung sendirian hanya bersama te...

Tentang #2019GantiPresiden

Sebelum aku banyak ngomong, aku mau ngasih tau dulu kalo ini gak menyangkut politik sama sekali karena aku juga bukan pakar politik seperti pengamat politik ataupun pengamat pemerintahan. Lagi-lagi yang akan kubahas adalah  attitude  warganet ( netizen ). Ini tidak lagi soal bagaimana kepemimpinan presiden yang sekarang, membuat kerugian negara semakin besar atau yang lainnya. Semua ini soal bagaimana warganet menghadapi realita sekarang, bahkan jauh sebelum presiden yang kini menjabat dianggap menambah kerugian negarapun para warganet yang setia terhadap calon presiden tidak jadi terpilih sudah mengeluarkan kalimat-kalimat kebencian kepada presiden terpilih. Sedangkan yang harus kita sadari adalah siapapun presidennya sudah menjadi kewajiban rakyat untuk turut mendukung program-programnya (dalam hal ini program yang bertujuan mengubah negara menjadi lebih baik). Salah satu kemunduran sebuah negara adalah tidak adanya dukungan rakyat kepada pemimpinnya yang menjabat. ...

Pikiran Simpelnya Orang-Orang

Mau cerita soal lingkungan di rumah tempatku tinggal. Ini bukannya mau jelek-jelekin tapi untuk mengungkap fakta aja ehehehe siapa tau yang baca juga salah satu warga desa aku ya. Sebagai orang desa yang meskipun sudah hampir ke-kota-kota-an, k erjaan wajib tiap pagi aku di rumah adalah nyapu halaman.  Gak cuman aku sih, rata-rata warga desa ya begitu kan. Singkat cerita intinya tempat tinggal kami itu dikelilingi oleh got kecil, jadi jalanan sepanjang di desa kami itu diapit sama got kecil gitu. Gotnya emang gak ada airnya, bukan karena kekeringan, tapi karena got ini bukan jalur utama perairan gitu lho. Adanya air ya kalau hujan aja. Nah beberapa warga kalau nyapu itu buang sampahnya di got ini, ya gak cuman satu gotnya, pokoknya mereka buang di got-got dekat rumah mereka gitu. Mungkin dalam pikiran mereka karena ini bukan got perairan kali ya jadinya yaudah buang di got aja gakpapa gitu. Kalau mau ditelaah (cailaaaah). Desa kami termasuk desa yang cukup mudah akses hid...

Sexual Harassment

Beberapa waktu lalu ada kejadian yang dialami oleh Gita Savitri ( content  creator) dan Via Vallen (penyanyi). Mereka mengalami yang namanya  Verbal Sexual Harassment  atau pelecehan sexual secara verbal. Verbal yang dimaksud adalah pembicaraan atau sejenis cat calling (bukan berupa tindakan). Verbal dapat secara langsung maupun tidak langsung (melalui media sosial). Mereka berdua mengalami pelecehan di media sosial. Kalau membicarakan pelecehan seksual terhadap perempuan rasanya gak akan pernah habis ya. Kata orang kebanyakan, selama masih ada lelaki mesum (mudah berfikiran kotor) ya pelecehan seksual gak akan pernah habis. Aku tertarik untuk membahas ini disamping aku perempuan juga dan sangat menyayangkan kejadian seperti ini jika masing terulang lagi dan lagi. Menurutku, soal mesum itu alamiah. Setiap lelaki mempunyai rasa untuk itu, hanya saja tinggal bagaimana si lelaki itu memberikan sikap atau respon terhadap pikiran yang mesum itu. Kita paham kalo semua laki-...