Langsung ke konten utama

Tentang #2019GantiPresiden


Sebelum aku banyak ngomong, aku mau ngasih tau dulu kalo ini gak menyangkut politik sama sekali karena aku juga bukan pakar politik seperti pengamat politik ataupun pengamat pemerintahan.

Lagi-lagi yang akan kubahas adalah attitude warganet (netizen). Ini tidak lagi soal bagaimana kepemimpinan presiden yang sekarang, membuat kerugian negara semakin besar atau yang lainnya. Semua ini soal bagaimana warganet menghadapi realita sekarang, bahkan jauh sebelum presiden yang kini menjabat dianggap menambah kerugian negarapun para warganet yang setia terhadap calon presiden tidak jadi terpilih sudah mengeluarkan kalimat-kalimat kebencian kepada presiden terpilih. Sedangkan yang harus kita sadari adalah siapapun presidennya sudah menjadi kewajiban rakyat untuk turut mendukung program-programnya (dalam hal ini program yang bertujuan mengubah negara menjadi lebih baik). Salah satu kemunduran sebuah negara adalah tidak adanya dukungan rakyat kepada pemimpinnya yang menjabat.

Kalo dikaitkan dengan tata cara penyampaian pendapat, baiklah pemimpin negara membuka akun sosial media bertujuan salah satunya untuk menampung aspirasi rakyat. Dengan begini bukan berarti rakyat bisa seenaknya saja, tetap ada kode etik dalam menyampaikan pendapat. Kita harus memperhatikan kode etik dalam berpendapat bukan hanya untuk menghargai pemimpin yang menjabat namun juga untuk menjaga wibawa seorang pemimpin negara dihadapan negara lain. Biasakan mengkritik dan berkomentar berdasar fakta, lebih-lebih ditambahkan solusi.

Saat kita malah mengucapkan kalimat-kalimat yang menjatuhkan dan melemahkan kepemimpinan seorang pemimpin kita sendiri. Apakah ada yang pernah memikirkan bagaimana warga negara lain menilai kita?

Apakah ada yang pernah memikirkan bagaimana tanggapan pemimpin negara lain terhadap negara kita?

Apakah ada yang pernah memikirkan bagaimana mereka memanfaatkan peluang itu untuk semakin menjajah kita dalam berbagai lini?

Apakah ada yang pernah memikiran bahwa negara kita akan terus dipandang rendah oleh negara lain?

Apakah ada yang pernah memikirkan bahwa komentar-komentar warganet di akun sosial media presiden semakin membuka celah oknum-oknum pengadu domba untuk beraksi menghancurkan negara?

Membicarakan soal negara memang tak akan pernah ada habisnya, tapi 1 komentar hujatan yang ditulis warganet itu sama sekali tidak membantu negara menuju perubahan baik. Jika memang presiden yang menjabat saat ini membuat negara semakin buruk kita bisa kok untuk menyelesaikan masalah ini sama seperti saat kita melawan diktator dulu. Kalo kita dulu bisa melawan diktator, pun sekarang pasti kita juga bisa.

Permasalahannya adalah yang dilakukan warganet bukan membentuk aksi atau gerakan menuju perubahan baik tapi hanya sibuk menghujat di akun sosial media presiden dengan kalimat-kalimat hujatan yang tidak akan pernah mengubah apapun. Jempol warganet tidak akan berarti apa-apa tanpa turun ke lapangan, mengeluarkan pendapat dengan memaksa bertemu presiden. Perubahan ada di gerakan bukan hanya di kata-kata apalagi kata-kata yang hanya diucapkan lewat komentar tak berisi solusi.

#2019gantipresiden atau tidak, kenyataannya kita semua (Warga Negara Indonesia) terlebih pemuda, harus tetap berkarya untuk mengharumkan nama keluarga dan bangsa.
#2019gantipresiden atau tidak, kenyataannya siapapun presiden di 2019 juga sangat tergantung suara kalian nanti. Kalian saja golput kok protes saat presiden terpilih melakukan kesalahan.
#2019gantipresiden atau tidak, kenyataannya akun sosial media seorang pemimpin akan tetap penuh hujatan dari warganet pendukung setia calon pemimpin tidak tepilih.
#2019gantipresiden atau tidak, kenyataannya yang sekarang jadi warganet julid kemungkinan tahun depan masih akan tetap menjadi warganet julid.


Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...