Sebelum aku banyak ngomong, aku mau ngasih tau dulu kalo ini gak menyangkut politik sama sekali karena aku juga bukan pakar politik seperti pengamat politik ataupun pengamat
pemerintahan.
Lagi-lagi yang akan kubahas adalah attitude warganet (netizen). Ini tidak
lagi soal bagaimana kepemimpinan presiden yang sekarang, membuat kerugian
negara semakin besar atau yang lainnya. Semua ini soal bagaimana warganet
menghadapi realita sekarang, bahkan jauh sebelum presiden yang kini menjabat
dianggap menambah kerugian negarapun para warganet yang setia terhadap calon
presiden tidak jadi terpilih sudah mengeluarkan kalimat-kalimat kebencian
kepada presiden terpilih. Sedangkan yang harus kita sadari adalah siapapun
presidennya sudah menjadi kewajiban rakyat untuk turut mendukung
program-programnya (dalam hal ini program yang bertujuan mengubah negara
menjadi lebih baik). Salah satu kemunduran sebuah negara adalah tidak adanya
dukungan rakyat kepada pemimpinnya yang menjabat.
Kalo dikaitkan dengan tata
cara penyampaian pendapat, baiklah pemimpin negara membuka akun sosial media
bertujuan salah satunya untuk menampung aspirasi rakyat. Dengan begini bukan
berarti rakyat bisa seenaknya saja, tetap ada kode etik dalam menyampaikan
pendapat. Kita harus memperhatikan kode etik dalam berpendapat bukan hanya
untuk menghargai pemimpin yang menjabat namun juga untuk menjaga wibawa seorang
pemimpin negara dihadapan negara lain. Biasakan mengkritik dan berkomentar
berdasar fakta, lebih-lebih ditambahkan solusi.
Saat kita malah mengucapkan
kalimat-kalimat yang menjatuhkan dan melemahkan kepemimpinan seorang pemimpin
kita sendiri. Apakah ada yang pernah memikirkan bagaimana warga negara lain
menilai kita?
Apakah ada yang pernah
memikirkan bagaimana tanggapan pemimpin negara lain terhadap negara kita?
Apakah ada yang pernah
memikirkan bagaimana mereka memanfaatkan peluang itu untuk semakin menjajah
kita dalam berbagai lini?
Apakah ada yang pernah
memikiran bahwa negara kita akan terus dipandang rendah oleh negara lain?
Apakah ada yang pernah
memikirkan bahwa komentar-komentar warganet di akun sosial media presiden
semakin membuka celah oknum-oknum pengadu domba untuk beraksi menghancurkan
negara?
Membicarakan soal negara
memang tak akan pernah ada habisnya, tapi 1 komentar hujatan yang ditulis
warganet itu sama sekali tidak membantu negara menuju perubahan baik. Jika
memang presiden yang menjabat saat ini membuat negara semakin buruk kita bisa
kok untuk menyelesaikan masalah ini sama seperti saat kita melawan diktator dulu.
Kalo kita dulu bisa melawan diktator, pun sekarang pasti kita juga bisa.
Permasalahannya adalah yang
dilakukan warganet bukan membentuk aksi atau gerakan menuju perubahan baik tapi
hanya sibuk menghujat di akun sosial media presiden dengan kalimat-kalimat
hujatan yang tidak akan pernah mengubah apapun. Jempol warganet tidak akan
berarti apa-apa tanpa turun ke lapangan, mengeluarkan pendapat dengan memaksa
bertemu presiden. Perubahan ada di gerakan bukan hanya di kata-kata apalagi
kata-kata yang hanya diucapkan lewat komentar tak berisi solusi.
#2019gantipresiden atau
tidak, kenyataannya kita semua (Warga Negara Indonesia) terlebih pemuda, harus
tetap berkarya untuk mengharumkan nama keluarga dan bangsa.
