Langsung ke konten utama

Memangil Masa Lalu



"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan" 

Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya.

Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu. 

Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice!

Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama kita apalagi kalau di kondisi lagi susah banget. 

Mungkin fungsi masa lalu enggak cuma jadi bahan pelajaran untuk hidup lebih baik di masa depan tapi bisa juga untuk jadi bahan bersyukur. Dengan mengingat masa lalu, kita akan memanggil memori. Dosa masa lalu, mimpi masa lalu, kenangan masa lalu, dan semua yang ingin kita panggil di masa lalu. 

Aku memanggil masa lalu untuk bahan bersyukur. Sebagai contoh, aku bercita-cita masuk ke jurusan Geografi di suatu universitas tahun 2014 tapi ternyata enggak lolos. Setelahnya aku cuma duduk, bukan memikirkan gimana selanjutnya tapi lebih ke "kenapa ya ini terjadi ke aku?" bukankah everythings happen for a reason? bukankah petunjuk Allah.swt hanya bisa ditemukan oleh mereka yang berpikir? jadi tugasku saat itu ya berpikir. 

Sampai di titik bisa inget kalau dulu pas SMP mungkin sekitar tahun 2009 pernah dipilih oleh sekolah jadi satu-satunya perwakilan olimpiade geografi. Di saat itulah mulai suka banget sama geografi. Jadi muncul cita-cita kuliah geografi. Tapi, kalau kita pikir lagi dari sudut pandang lain mungkin Allah.swt mau bilang bahwa "Olimpiade geografi ini kujadikan obat lukamu di masa depan karena jurusan geografi bukan yang terbaik bagimu".

Mimpiku yang lain, ketika pengen banget jadi bagian dari paskibraka nasional tahun 2013 tapi Allah.swt ngasih kesempatan terakhir untuk jadi paskibra di UNY tahun 2011. Allah.swt mungkin bilang "Sampai sini aja ya perkara paskibranya, enggak perlu sampai nasional biar jatah tempatmu bisa untuk orang lain yang lebih perlu". 

Jadi, mungkin bukan kegagalan kok enggak jadi paskibraka nasional atau enggak masuk jurusan geografi. Kita cuma enggak tahu kalau sampai dititik yang kita mau, mungkin enggak akan baik hasilnya. Andai semua sesuai, dimana belajar sabar dan ikhlasnya. Kapan akan belajar menghadapi masa depan kalau enggak dimulai dari masa lalu yang banyak enggak sesuainya.

Masa lalu yang banyak enggak sesuainya itu mungkin nyakitin banget, bahkan ada masa lalu yang masih menyisakan trauma sampai sekarang tapi kita bisa memilih membuka masa lalu dengan bentuk dan cara yang tidak menyakitkan. Mungkin enggak semua masa lalu bisa dan mau kita panggil sih pada akhirnya. Ada banyak skala masa lalu, yang paling menyakitkan mungkin enggak gampang dibuka. 

Funfact-nya, manusia itu dibekali jiwa raga yang luar biasa. Sesakit-sakitnya masa lalu, ternyata manusia itu punya kehebatan adaptasi terhadap dunia. Seiring waktu, manusia bisa manggil masa lalu lagi untuk sekedar diingat. Masa lalunya enggak akan berubah --tetap menyakitkan, tapi manusianya berubah. Disitulah masa lalu bisa terlihat beda. Kalau sesuatu enggak bisa diubah, maka kita harus mengubah cara pandang kita. Masa lalunya tetap menyakitkan, tapi kita bisa membuat diri kita enggak tersakiti lagi saat mengingatnya.

Panggil masa lalu sesiapnya kita kapan. Masa lalu stay di sana, tapi kita secara tidak sadar perlahan meninggalkannya. Jadi hanya dengan menengok ke belakang, bukan berarti kita mundur. Kita cuma perlu tahu kita sudah sejauh apa, sudah selebih baik apa. Berkendara aja perlu nengok ke belakang untuk mastiin kita aman kan, kita perlu juga nengok ke masa lalu untuk mastiin kita aman bahwa kita baik-baik aja sekarang bahkan jauh lebih baik di jalan yang Allah.swt arahkan dan kita jalani sekarang ini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...