Beberapa waktu lalu ada kejadian yang dialami oleh Gita Savitri (content creator)
dan Via Vallen (penyanyi). Mereka mengalami yang namanya Verbal Sexual
Harassment atau pelecehan sexual secara verbal. Verbal yang dimaksud
adalah pembicaraan atau sejenis cat calling (bukan berupa tindakan). Verbal dapat secara langsung maupun
tidak langsung (melalui media sosial). Mereka berdua mengalami pelecehan di
media sosial. Kalau membicarakan pelecehan seksual terhadap perempuan rasanya
gak akan pernah habis ya. Kata orang kebanyakan, selama masih ada lelaki mesum
(mudah berfikiran kotor) ya pelecehan seksual gak akan pernah habis.
Aku tertarik untuk membahas ini disamping aku perempuan juga dan sangat
menyayangkan kejadian seperti ini jika masing terulang lagi dan lagi. Menurutku,
soal mesum itu alamiah. Setiap lelaki mempunyai rasa untuk itu, hanya
saja tinggal bagaimana si lelaki itu memberikan sikap atau respon terhadap
pikiran yang mesum itu. Kita paham kalo semua laki-laki ngalamin pubertas atau emang punya sisi "dalam tanda kutip itu" tapi mereka bisa milih kok buat respon sisi mereka itu mau respon baik atau respon buruk. Kalo respon yang mereka keluarkan buruk ya itu yang akhirnya jadi sexual harrasment.
Pelecehan
seksual terjadi karena itu, lelaki yang tidak dapat menahan.
Lalu bagaimana dengan alasan laki-laki yang bilang “ya siapa suruh si perempuan
pakai baju yang memperlihatkan aurat. Itu kan ngasih kita kesempatan dan godaan. Perempuannya sendiri yang memicu. Kucing kalau dikasih ikan ya nafsu and ........”. Oke kalau ini pertanyaannya kenapa
kalian tidak langsung menggoda perempuan yang auratnya jelas-jelas terbuka. Aku gak bermaksud membela tapi bukankah Gita Savitri adalah seseorang yang
sudah belajar menutup auratnya, bukankah via vallen (menurutku adalah salah satu penyanyi dangdut yang sangat berusaha menjaga pakaiannya
jika dibandingkan dengan penyanyi yang lain) dan pertanyaan yang lebih jauh lagi kenapa korban pelecehan seksual bukan hanya yang membuka auratnya?
Aku bukannya bermaksud membahas pakaian perempuan dan ngatur mereka harus berpakaian gimana. Artinya problemnya bukan pada masalah pakaian perempuan. Menurutku itu laki-laki yang bawa-bawa aurat sih cuma alasan aja. Mau gimanapun pakaian yang perempuan pakai, soal nafsu itu cuman laki-laki yang tahu. Aku denger ada penyakit mental yang emang sakit aja tuh orang even perempuan ketutup pake niqab dll nyatanya banyak yang jadi korban.
Aku bukannya bermaksud membahas pakaian perempuan dan ngatur mereka harus berpakaian gimana. Artinya problemnya bukan pada masalah pakaian perempuan. Menurutku itu laki-laki yang bawa-bawa aurat sih cuma alasan aja. Mau gimanapun pakaian yang perempuan pakai, soal nafsu itu cuman laki-laki yang tahu. Aku denger ada penyakit mental yang emang sakit aja tuh orang even perempuan ketutup pake niqab dll nyatanya banyak yang jadi korban.
Sexual harassment bertebaran dimana-mana dan yang membuat laki-laki tidak jera adalah karena perpaduan dua hal tersebut; laki-laki yang tidak mampu menahan dan perempuan yang memberi kesempatan (tidak tersinggung dengan perlakuan terhadapnya alih-alih melapor tapi ini juga mau gimana dong namanya trauma)
So, selama perempuan baik-baik aja digituin means gak lapor ya laki-lakinya lebih enak lagi buat ngelakuin itu ke perempuan lainnya. Sexual harrasment tidak akan bisa kita hentikan kalo kita gak ngasih efek jera kepada laki-laki supaya mereka takut berbuat demikian. So buat kalian perempuan jangan takut buat laporin kalo kalian diperlakukan rendahan kayak gitu. Mereka harus tau kalo kita menjaga martabat kita setinggi itu.
Inti
dari pencegahan sexual harassment adalah saling menjaga iman
dan menjaga diri. Laki-laki dan perempuan harus saling menjaga nafsunya dan
kemaluannya masing-masing dan laporkan apapun bentuk tindakannya kalo itu udah menyangkut merendahkan harga diri dan soal siapa yang salah kalo sampe ada kasus sexual harassment udah mutlak jelas no debate adalah pelakunya karena sejatinya mau perempuan kayak apapun keadaannya itu gak pantas buat dilecehkan!
