Langsung ke konten utama

The Power of Nrimo Ing Pandum

Sedih banget denger berita angka bunuh diri usia muda semakin tinggi. BRIN bilang kalau penyebab bunuh diri terbanyak disebabkan karena mereka mendapat harapan tinggi dan kurangnya dukungan dari lingkungannya.

Enggak heran sih kenapa anak muda sekarang terkesan lebih ambis. Mungkin ambisnya karena tekanan dan harapan dari lingkungannya itu. Persaingan yang semakin ketat juga bikin kompetisi hidup makin tinggi. 

Entah kenapa sebuah harapan jadi seakan punya dua mata pisau. Bisa jadi motivasi tapi juga bisa jadi alat bunuh diri. Kalau harapan itu bisa dipenuhi jelas happy, tapi kalau enggak? bisa mati. 

Bahayanya ambis yang enggak dibarengi dengan keikhlasan nerima kenyataan ya depresi. Padahal di dalam kesuksesan enggak cuma berisi ambis/usaha, tapi ada keberuntungan dan rejeki yang polanya enggak bisa ditebak dan dipelajari. Akhirnya semua orang harus belajar menerima kenyataan. Entah harapan yang tidak tercapai terhadap dirinya atau harapannya terhadap orang lain. 

Ternyata ilmu ikhlas enggak cuma diperuntukan untuk melepaskan tapi juga untuk menerima. Makanya ada istilah ikhlas menerima. Kalau kebetulan yang harus diterima adalah hal-hal yang membahagiakan sih enak ya. Nah, kalau ternyata yang harus diterima adalah hal-hal pahit terus gimana?

Inget banget pepatah dari Umar Bin Khatab yang bilang: 

"Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku". 

Ada juga pepatah jawa "Nrimo Ing Pandum" yang artinya menerima apapun yang diberikan Tuhan dan manusia lain kepada kita. Nrimo Ing Pandum ini bisa dibilang menjadi obat hidup alias menjaga kita tetap waras dengan ikhlas menerima apapun yang terjadi di hidup ini.  

Maka perlu disadari, sekeras apapun kita menolak dan protes kalau memang bukan buat kita ya pasti melewatkan kita sehingga solusinya ya menerima kenyataan bahwa itu tidak akan pernah jadi milik kita. Ya karir, ya pasangan, ya rejeki, ya keberuntungan, dan apapunMasalahnya, untuk menerima kenyataan yang kita mau jelas enggak perlu diajarin tapi menerima kenyataan yang enggak kita mau ini enggak semua orang mau belajar.

Berat banget memang menerima hal pahit dalam hidup. Makanya enggak semua orang mau - padahal bisa kok - cuma kita sering denial aja bahwa menurut kita usaha kita udah paling maksimal banget dan layak dapat yang kita mau. 

Itulah mengapa, sebenarnya aku pribadi enggak terlalu setuju dengan kalimat "Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil".

Kadang sekeras apapun usahamu, kalau bukan untukmu ya enggak akan jadi milikmu. Mungkin enggak selalu, tapi pasti ada. Jadi, kalau kita gagal, yasudah tinggal melanjutkan hidup dengan metode lainnya yang bisa kita coba. Sampai kapan? ya sampai habis waktunya.

Enggak semua hal bisa kita dapat sesuai mau kita, tapi kita bisa menyesuaikan mau kita terhadap semua hal yang kita dapat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...