Langsung ke konten utama

Kritikan Itu Nagih

Makin dewasa, makin senang nerima semua kritikan dan kekurangan. Bukan karena pasrah, karena semakin tahu dari sekian lama hidup yang sudah dijalani memang sudah perlu untuk membahas perihal diri sendiri. Membahas diri sendiri enggak bisa dilakukan sendiri ternyata, perlu bantuan orang yang tentunya memang mau kita juga bertumbuh. Bukan cuma sekedar judging enggak ada maksud. 

Bersyukur sekali punya orang-orang di sekitar yang sayang banget dan mau Aku bertumbuh dengan baik setiap waktunya. Menemani suka dan duka ternyata riil adanya. Menemani suka dan duka bukan cuma nemenin semata, tapi kontribusi dalam tumbuh kembang kita sebagai manusia. 

Maka manusia yang beruntung bukan dia yang dapat doorprise terus. Tapi manusia yang dikelilingi sama manusia lain yang mau nemenin bertumbuh. Di usia yang semakin tua ini, ketika dikritik bukan lagi denial tapi kayak ngaca "hmmmmm iya ya". 

Beberapa kritikan yang Aku dapat akhir-akhir ini adalah Aku baru tahu kalau Aku sangat ambis di beberapa hal. Kelihatan luarnya santai ya kan keman kemon ulala ulala kesana kemari tapi too much pressure ke diri sendiri. Aku sadari benar setelah mikir beberapa kali. Ternyata iya wakaka. Padahal impian sejak dulu dan doa setiap ulang tahun adalah bisa menjalani hidup dengan tenang dan damai.

Padahal baru aja semalam baca di medsos soal pengertian hidup tenang. Hidup tenang adalah hidup yang tidak menyesali masa lalu, yang tidak mengkhawatirkan masa depan, dan menikmati masa kini. 

Gila enggak tuh, padahal masih banyak dari kita sudah selesai dari masa lalu, tapi masih bingung masa depan gimana atau menikmati banget masa kini tapi bingung juga masa depan gimana dan yang  lebih parah adalah belum selesai sama masa lalu dan membawanya ke masa kini bahkan masa depan huhu. 

Kritik untukku lainnya adalah bahwa Aku selalu berusaha mencari alasan dari suatu hal bisa terjadi. Sesuatu terjadi pasti karena suatu alasan tetapi kita enggak perlu tahu karena ada orang yang bilang ke Aku bahwa enggak tahu itu boleh sebab doesn't exist is exist. Enggak tahu alasan untuk banyak hal itu enggak apa-apa dan enggak perlu pusing untuk cari tahu. Negatifnya dari pengen selalu tahu alasan dari setiap hal terjadi akhirnya judging atau suka nebak. Padahal ya simply enggak tahu aja. 

Judging itu ngebawa ke hal-hal lebih negatif lagi yaitu maksain diri, karena enggak tahu jadinya maksa untuk cari. Dari maksa nyari itu akhirnya maksain diri sendiri untuk tahu terus dan terus. Enggak boleh untuk enggak tahu. Tidak menormalisasi ketidaktahuan. Memaksa otak untuk mikir kira-kira kenapa saking enggak tahunya. Padahal, kira-kira adalah hanya kemungkinan dan itu berarti judging. 

Bersyukur sekali dapat itu semua di sekarang, sehingga bisa introspeksi diri. Bisa bertumbuh lebih baik lagi sama orang-orang baik yang mengiringi langkahku. Ternyata kritikan itu nagih kalau disampaikan dengan baik. Ternyata kritikan itu nagih kalau disampaikan sama orang-orang tulus yang enggak cuma asal lempar tapi naruh kritikan itu sebagai bagian di hati kita. Terima kasih orang-orang baik, mari tumbuh bersama lebih baik lagi bukan cuma setiap hari tapi setiap waktu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...