Kalau lihat orang beserta dengan progress hidup dan prestasinya pasti bawaannya terus lihat ke diri sendiri sambil membatin "Aku kok masih gini-gini aja", padahal yang enggak disadari adalah yang gini-gini aja itu sudah lebih dari kemarin lho. Justru yang gini-gini aja sebenernya udah progress yang besar untuk kita sendiri. Sebab yang perlu dibandingin adalah diri kita kemarin dan sekarang bukan diri kita dengan orang lain.
Bandingin diri dengan orang lain ada batasnya dan batasnya di kita sendiri. Sampai mana mampu membandingkan dan bagian mana yang perlu dibandingkan. Enggak berhenti di sana, apa yang terjadi setelah kita bandingin diri kita itu yang terpenting. Kalau bandingin pada akhirnya malah membuat kita terganggu, melemah, dan justru terpuruk itu yang salah. Membandingkan diri ternyata harus punya tujuan juga, kalau tujuannya untuk keberhasilan, konsistensi, dan perkembangan diri sendiri itulah yang keren.
Pada dasarnya, setelah kurenungi ya semua yang mengarah ke kita ya batasannya di kita juga. Entah itu pikiran membandingkan diri sendiri sama orang, omongan jelek yang datang, pertanyaan menyakitkan, drama kehidupan, sampai dengan ujian itu batasnya di kita. Muaranya di diri kita. Gimana kita mengolah apa yang hadir di diri kita itulah yang membuat kita beda dari kemarin.
Mengolah apa yang hadir di diri kita itulah bentuk kedewasaan dan kebijaksaaan. Bijaksana untuk menyikapi dan menelan apa yang mungkin ditelan. Hasil dari mengolah itu yang akan ngasih efek ke diri sendiri. Enggak semata-mata kalah sama apa yang datang, tapi diri punya kemampuan nyaring. Hasil dari saringan itu yang bikin kita enggak gini-gini aja.
Jadi kalau ngerasa gini-gini aja sebenernya enggak gitu, kenapa?
Karena kemarin dan sekarang aja udah beda, ujiannya beda, tantangannya beda, mungkin drama hidup juga beda yang ada makin hari makin ada aja kan. Kita yang kemarin menghadapi masalah yang lebih ringan dari sekarang. Jadi kalau hari ini bisa melalui berarti sudah lebih tinggi valuenya dari kemarin.
Apa yang hadir di diri kita pada akhirnya masuk ke diri kita, respon yang kita keluarkan adalah hasil dari olahan diri kita. Menjadi waras atau gila adalah akhirnya. Masih waras dengan semua yang hadir di hidup kita itulah keberhasilannya dengan ujian yang makin beda tiap harinya. Jadi intinya hidupmu enggak gini-gini aja soalnya ujian yang datang juga enggak gitu-gitu aja. Enggak apa-apa beda dari yang lain, karena yang disaring juga beda dan kemampuan nyaringnya juga beda.
Kita enggak akan gini-gini aja, karena hidup ke depan juga enggak gitu-gitu aja.

Komentar