Langsung ke konten utama

Kita Enggak Gini-Gini Aja, Sebab Hidup Enggak Gitu-Gitu Aja


Kalau lihat orang beserta dengan progress hidup dan prestasinya pasti bawaannya terus lihat ke diri sendiri sambil membatin "Aku kok masih gini-gini aja", padahal yang enggak disadari adalah yang gini-gini aja itu sudah lebih dari kemarin lho. Justru yang gini-gini aja sebenernya udah progress yang besar untuk kita sendiri. Sebab yang perlu dibandingin adalah diri kita kemarin dan sekarang bukan diri kita dengan orang lain. 

Bandingin diri dengan orang lain ada batasnya dan batasnya di kita sendiri. Sampai mana mampu membandingkan dan bagian mana yang perlu dibandingkan. Enggak berhenti di sana, apa yang terjadi setelah kita bandingin diri kita itu yang terpenting. Kalau bandingin pada akhirnya malah membuat kita terganggu, melemah, dan justru terpuruk itu yang salah. Membandingkan diri ternyata harus punya tujuan juga, kalau tujuannya untuk keberhasilan, konsistensi, dan perkembangan diri sendiri itulah yang keren. 

Pada dasarnya, setelah kurenungi ya semua yang mengarah ke kita ya batasannya di kita juga. Entah itu pikiran membandingkan diri sendiri sama orang, omongan jelek yang datang, pertanyaan menyakitkan, drama kehidupan, sampai dengan ujian itu batasnya di kita. Muaranya di diri kita. Gimana kita mengolah apa yang hadir di diri kita itulah yang membuat kita beda dari kemarin. 

Mengolah apa yang hadir di diri kita itulah bentuk kedewasaan dan kebijaksaaan. Bijaksana untuk menyikapi dan menelan apa yang mungkin ditelan. Hasil dari mengolah itu yang akan ngasih efek ke diri sendiri. Enggak semata-mata kalah sama apa yang datang, tapi diri punya kemampuan nyaring. Hasil dari saringan itu yang bikin kita enggak gini-gini aja. 

Jadi kalau ngerasa gini-gini aja sebenernya enggak gitu, kenapa? 

Karena kemarin dan sekarang aja udah beda, ujiannya beda, tantangannya beda, mungkin drama hidup juga beda yang ada makin hari makin ada aja kan. Kita yang kemarin menghadapi masalah yang lebih ringan dari sekarang. Jadi kalau hari ini bisa melalui berarti sudah lebih tinggi valuenya dari kemarin. 

Apa yang hadir di diri kita pada akhirnya masuk ke diri kita, respon yang kita keluarkan adalah hasil dari olahan diri kita. Menjadi waras atau gila adalah akhirnya. Masih waras dengan semua yang hadir di hidup kita itulah keberhasilannya dengan ujian yang makin beda tiap harinya. Jadi intinya hidupmu enggak gini-gini aja soalnya ujian yang datang juga enggak gitu-gitu aja. Enggak apa-apa beda dari yang lain, karena yang disaring juga beda dan kemampuan nyaringnya juga beda. 

Kita enggak akan gini-gini aja, karena hidup ke depan juga enggak gitu-gitu aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...