Langsung ke konten utama

How I Fight for What I Want



Twin Tower Malaysia, Agustus 2019

Dulu, aku pernah diragukan orang. Mungkin kalian juga pernah ya.  
Terus, kemarin tanggal 29 Agustus 2019 tepatnya pukul 8 sekian pagi waktu Malaysia, aku baru aja mewujudkan apa yang dulu diragukan orang lain terhadap diri ini. Sebenarnya, padahal paham banget sih sama alasan orang meragukan kemampuanku. Yak karena mimpiku emang ketinggian kali ya dipikiran mereka atau yang kasian sama diri ini yang terkesan “ngoyo” banget ngejalanin hidup buat ngejar mimpi (tapi bukannya kita bisa semangat hidup karena masih punya banyak mimpi yang harus dikejar ya dan karena masih banyak hal yang pengen kita lakuin?).

Anw, kupunya mimpi buat ke luar negeri pertama kali pake uang sendiri (sebenarnya maximal mimpinya pengen gratis sih tapi kalopun enggak gratis ya harus pake uang sendiri) bukan pake uang orangtua semacam liburan yang dibayarin sama Bapak Ibu huhu kebetulan aku terlahir dari keluarga yang enggak bisa jalan-jalan ke luar negeri hanya untuk holiday sih haha. Bersyukur aja enggak lahir di keluarga tajir melintir. Kalo dari lahir udah tajir melintir mungkin enggak akan se-fight ini sama mimpi-mimpi ya kan. Enggak tahu juga kenapa dulu dari kecil punya mimpi begitu. Ya mungkin because just I want aja gitu.

Mimpi kedua keluar negerinya harus karena prestasi. Apapun prestasinya tapi pertama ke luar negeri bukan yang cuma hola-holi aja gitu. Nah, di semester 1 atau 2 kuliah gitu (lupa mon map) dapat mata kuliah tentang Fisiologi dan Pengukuran Kerja yang mana dosennya adalah Pak Hartomo (dosen yang juga jadi pembimbing skripsiku akhirnya haha). Dulu beliau bilang kalo prestasi mahasiswa itu bukan cuman cumlaude aja tapi at least prestasi internasional. Ya karena cumlaude yang ngerasain cuman diri sendiri, keluarga dan teman. Kalo conference kan penelitianmu bermanfaat buat orang lain. Bukan berarti skripsimu enggak bisa bermanfaat buat orang tapi kan jelas beda dong. Kalo cuman skrispi enggak bisa diajdikan dasar beneran (resmi) di sebuah penelitian lainnya nah kalo jurnal (hasil dari publishing conference) bisa karena kan udah resmi jadi penelitian yang diakui gitu lho dan internasional ye kan.

Ya namanya juga Allah ya kan yang selalu mencatat dan ingat akan semua mimpi-mimpi hambanya enggak tahu kenapa tuh dari yang cuman pengen-pengen doang gitu eh sama Allah beneran dihubungkan dengan Pak Hartomo (walopun drama-dramanya sudah tak perlu ditanyakan lagi ya kan haha) yang akhirnya salah satu karena jasa Beliau lah, aku jadi bisa mewujudkan 3 mimpi sekaligus. Ke luar negeri pertama kali pake uang sendiri, ke luar negeri pertama kali karena prestasi dan Conference alias publishing my research at international conference. 

So, how I fight for what I want? + how I ignored and protect myself from negative speech?

Dengerin!

Tapi jangan dimasukin ke hati. Masukinnya ke otak. Bukan buat dipikir sekedar dipikir doang tapi lebih ke "oh mereka ngomong negative karena emang ini terlihat kayak mimpi doang sih". Mengakui kalo mimpimu ketinggian itu enggak apa-apa. Justru semakin tahu setinggi apa mimpi itu, makin tahu dong berapa anak tangga yang harus diinjek buat sampe atas.

Inget banget pas orang-orang bilang “Lu yakin mau conference?”, “Itu susah cuk”, “Udahlah enggak usah, yang penting lulus dulu aja bayar hutang ke ortu Lu yang udah biayain kuliah. Enggak usah mikir macem-macem”, “ Enggak gampang Tang, Lu harus bikin penelitian yang enggak main-main”.

Ya emang, udah tahu banget tuh kalo itu susah dan enggak gampang mungkin akan banyak dramanya dan emang beneran dong haha. Tapi aku selalu balikin lagi ke hilirnya, hilirnya adalah aku pengen bermanfaat buat orang apapun caranya, apapun medianya dan sekecil apapun tindakannya. 

Salah satunya ya ini, dengan aku publish jurnal mungkin penelitian itu bakal bermanfaat buat orang yang mau atau sedang penelitian juga kan bisa dijadiin referensi. Setelah ngolah negative speech itu diotak supaya berubah jadi kesadaran mimpi itu setinggi apa dan otomatis jadi energi juga buat semangat usaha, tinggal gimana kita maksa badan kita, otak kita dan semua yang dibutuhin buat menuju ke sana. Enggak gampang emang, tapi semua yang diusahakan dan didoakan bakal ada ujungnya tercapai. Tercapainya pun macem-macem. Ada yang tepat sampai, ada yang hampir, ada yang hanya diperlihatkan sejak awal. Jadi apapun hasilnya ya sebenernya berhasil cuma in another level aja kan. Makanya tercapainya bisa dalam banyak bentuknya ada yang kelihatan ada yang enggak.

Hmm maksudnya gimana tuh hasil yang enggak kelihatan?
Ada hal-hal di dunia ini yang pengen banget kita wujudin tapi terkendala karena faktor-faktor eksternal yang enggak bisa kita hambat atau hindari ex: restu orangtua. Kalo udah terkendala itu biasanya aku cenderung mundur itupun pilih-pilih banget. Aku akan mundur dikonteks apanya.  Nah kalo terkendala karena hal-hal beginian artinya bukan berarti kita gagal itulah yang kubilang berhasil tapi enggak kelihatan. 

Nah, finally kemarin tanggal 26 – 29 Agustus (even cuma ke Malaysia yang enggak berasa kalo itu luar negeri karena ya mon map karena cuma berasa kayak ke daerah Sumatera) kuberhasil wujudin 3 mimpiku tadi. Ya lumayan kan udah ngelewatin imigrasi jadi udah bener-bener ke luar negeri haha.

Yok ah, mimpi yang lain masih banyak nih. Ya kali enggak semangat ya kan. 

Komentar

maulidyawati mengatakan…
masya Allaah, alhamdulillaah. selamat lintang! ikut senang bacanya, semoga pintu menuju mimpi-mimpi selanjutnya segera terbuka juga :D

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...