Langsung ke konten utama

Berdamai dengan Jakarta


Siapa sih yang enggak tahu kalau hidup di Jakarta itu kudu sabar pake banget. Ya meskipun hidup dimanapun juga butuh kesabaran ya karena hidup emang enggak segampang itu hahaha.

Ada pepatah pernah bilang kalau hidup itu gampang, yang susah itu cara berpikir kita. Mungkin ada benarnya. Akhirnya karena aku sekarang sudah kecemplung di Jakarta, ada beberapa prinsip sosial yang kuterapin supaya bisa hidup tenang dan nyaman meski kondisinya enggak demikian.

Jakarta penuh hingar bingar, bagi mereka yang mampu dan bisa menikmatinya.
Sebab di Jakarta, kata orang-orang sih semua butuh uang even mau senang-senang aja butuh uang. Sebab di Jakarta, semua orang terlihat sibuk, buru-buru dan dikejar waktu. Enggak ada yang jalan lambat kecuali sedang menghabiskan uang (baca: jalan di mall).

Buat yang enggak mampu dan enggak bisa menikmati hingar bingarnya Jakarta bisa stress dan udah banyak yang ngalamin itu. Sampe enggak tahan denger suara klakson, enggak tahan denger orang teriak, enggak tahan lihat macet. Itu bener-bener yang sampe sakit nyerang kepala bahkan mental. Orang yang enggak kuat kemudian akan jadi orang yang pemarah karena terbiasa melihat keadaan yang enggak sesuai dengan keinginannya. Ngelihat keadaan sumpek dimana-mana.

So, inilah yang terjadi dengan orang-orang yang baru aja pindah ke Jakarta. Biasanya karena mereka baru aja dapat kerjaan (freshgradue). Mereka enggak terbiasa dengan keadaan ruwetnya Jakarta, apalagi macam aku yang udah lama tinggal di Yogja dengan segala kemudahan dan kenyamannya tiba-tiba bimsalabim dimana-mana klakson dan orang teriak. Pasti awalnya stress. Tapi kemudian balik lagi stress yang timbul bukan hanya karena faktor ruwetnya Jakarta, tapi karena kita menyikapinya juga begitu.

Sekarang, kita coba berpegang prinsip begini. Ini hidup kita. Ini waktu kita. Semua yang terjadi hari ini, esok dan seterusnya adalah tanggungjawab kita. Kemudian kita akan bisa bersikap "semua yang ada akan balik lagi muaranya ke kita". Mau orang pada buru-buru di KRL ya kita enggak usah ikut arus kalau emang enggak kuat dengan arus itu. Biarin orang pada lari-lari di eskalator. Kalau kita bisa jalan dengan tenang tanpa buru-buru kenapa harus ngikutin orang-orang. 

Kalau kita bisa hindarin macet atau jika terpaksa terkena macet tapi kita nyikapinnya ini adalah bagian dari hidup yang harus dijalani kenapa enggak. Kalau orang-orang sukanya ke mall X gitu karena emang favoritnya di situ ya kenapa kita harus ikut-ikutan kalau emang kebutuhan kita bisa dicari di mall lain. enggak usah berpatokan sama orang-orang kalau mau hidup dengan pikiran damai di Jakarta. Enggak usah ngerasa “kok aku enggak sesibuk orang-orang ya” atau “kok aku enggak sekeren orang-orang ya”. Enggak usah berpikir gitu, karena mereka yang terlihat keren itu juga punya beban mental yang tinggi dalam jalanin hidupnya.

Aku yang pada akhirnya bisa berdamai dengan Jakarta ya karena aku ada di porosku sendiri. Aku jalan di timer sendiri bukan di timernya orang-orang. Aku menyikapi keruwetan ini sebagai sebuah keunikan yang mungkin (entah) akan kutemui atau enggak di kota lain. 

Aku menyikapi setiap hari sebagai proses dan waktu yang mungkin enggak akan pernah terulang lagi. Kalau hari ini kejebak macet mana tahu ini adalah macet terakhirku (enggak realistis ya hahaha). Tapi serius emang gitu aku mikirnya. Tujuannya cuma satu, memberikan energi positif ke diri sendiri setiap harinya. Supaya enggak jadi orang pemarah kalau lihat keadaan ruwet di depan kita.

Selamat berdamai dengan keadaan bagaimanapun dan dimanapun kamu berada!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...