Langsung ke konten utama

Sensitif


Sekarang ada istilah “zaman now”. Menurutku segala sesuatu di zaman now udah ngeri. Beberapa waktu lalu banyak kasus yang mengatasnamakan pelecehan dan pencemaran nama baik.

Di dunia stand up comedy, ada komika bernama Ge Pamungkas yang membawakan materi yang cukup sensitif dan kena kasus katanya pelecehan terhadap islam. Terus ada juga katanya nggak Cuma Ge, tapi Joshua Suherman juga kena. Bener pesan Om Pandji Pragiwaksono dalam status twitter pribadinya yang dia tulis untuk teman-teman komika lainnya “Teman-teman yang lagi mulai openmic, sadari bahwa membahas  isu sensitif itu seperti trapeze. Jangan coba-coba kalau belum punya ilmunya. Idola-idolamu itu menghabiskan waktu berjam-jam, pengalaman bertahun-tahun untuk bisa membawakan itu dan mereka bawakan itu bukan untuk ketawa-ketawa aja tapi mereka bawa misi” selanjutnya “Di internet, lebih sering orang ingin terlihat benar daripada menjadi benar. Karena menjadi benar membutuhkan waktu dan kesabaran, untu berdiskusi, mendengar, mencerna dan menerima fakta kalau ternyata dia salah”

Aku punya cara pandang tersendiri menyikapi hal ini.
Mulanya kita yang memang harus menyadari bahwa zaman telah berubah, di zaman now ini lebih banyak adu domba terhadap sesuatu hal, belum lagi hal yang dirasa dilebih-lebihkan. Jika ada pembaca yang membaca ini lalu mengintimidasi aku dengan pertanyaan “berarti penulis nggak membela islam ya, padahal kan penulis beragama islam”. Sebab bukan perkara islamnya yang akan aku bahas di sini, tapi mengenai keberanian orang-orang termasuk Ge dan Joshua dalam membawakan materi tersebut. Jika mereka menyadari bahwa zaman ini sudah ngeri, tentunya mereka tidak perlu membawakan itu ke public. 

Jika mereka menyadari bahwa banyak pula orang-orang yang suka mengadu domba dan hanya berani di dunia maya tentu mereka akan berfikir dua kali untuk membawakan materi itu. Kecuali jika mereka memang merasa sudah mampu sampai tahap “mampu membawa ke-ngeri-an itu” dan mampu membawakan dengan baik (sebisa mungkin meminimalisir tingkat kesalahpahaman orang-orang awam yang mendengar) dan itupun perlu belajar dari pengalaman orang lain yang luar biasa bahkan kalo perlu dari orang-orang yang pernah kena kasus-kasus sebelumnya juga.

Kalo flashback ke kasus Ge dan Joshua, apakah yang berkomentar itu adalah orang-orang yang beragama islam dan benar-benar cinta islam? Belum tentu. Sebab di sana juga ada politik hati, mereka yang memang pada dasarnya tidak menyukai public figure tersebut memanfaatkan kasus ini untuk semakin dibesar-besarkan demi menyerang korbannya. Ini yang terpenting, bahwa yang mereka nge-repost itu pun mereka itu belum tahu kebenarannya seperti apa dan penjelasan dari korban yang katanya “tidak ada maksud melecehkan”. Aku melihat kasus yang terjadi sebelumnya lagi yang menimpa zaskia gotik juga mengenai kasus yang katanya melecehan pancasila, hal itupun sebenarnya hanya salah paham dari orang-orang yang menangkap secara asal dari apa yang ia ucapkan.

Zaman now ini, pemikiran dan hati masyarakat cenderung lebih sensitif bahkan menggebu-gebu, itulah kenapa lebih sering terjadi kesalahpahaman dan kesalahpahaman itu yang terjadi terhadap 2 orang (satu orang yang salah paham dan satu yang akan menjadi korban) lama-lama menjadi konsumsi masyarakat luas, karena si orang yang salah paham itu menggebu-gebu menyebarkan kesalahpahaman yang dia alami melalui media sosial. Simsalabim, berita menyebar ke seluruh negeri dan semakin menjadi ajang adu domba.  

Allah.swt memerintahkan manusia untuk terlebih dahulu membaca situasi secara penuh, jangan setengah-setengah supaya nggak salah paham. Yang merupakan makna secara luas dari Sabda Allah dalam surat pertama yang turun dalam Al-Quran (Al-Alaq; 1-5):

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Pesanku sebagai orang yang sedang berusaha juga dalam berhati-hati menyebarkan opini kebaikan yang salah satunya melalui blog ini bahwa orang-orang di luar sana itu ngeri, maka bawa senjata yang ampuh kalau ingin keluar. Senjata itu bukan untuk menyerang mereka, namun untuk perlindungan diri saja. Hati-hati kalau bicara yang katanya “Mulutmu, harimaumu”. 

Dengan lingkungan yang telah berubah jangan pernah memaksa mereka untuk memahamimu tapi belajarlah untuk adaptasi dengan lingkungan yang semakin ngeri dan pemikiran-pemikiran mereka yang semakin sensitif. Kurangi ngelakuin hal yang aneh-aneh kecuali sudah tau ilmunya dan ukurlah sampai kira-kira orang-orang tidak akan salah paham dengan hal yang akan kamu lakukan itu.

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...