Novel Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari
Sumber gambar: Google
Bagi beberapa teman katanya aku adalah perpaduan dari bentuk bodoh dan baik. Sebab katanya
bodoh dan baik itu beda tipis. Entah kusadari atau tidak kehidupanku sejak SD yang kebanyakan adalah terlalu “bersosial” mungkin itu yang menyebabkan sering mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan diri sendiri (maap bukannya songong wakakaka)
Menurut beberapa teman
yang kusurvei dadakan. Hal itu baik dilakukan jika sesuai porsinya dan sampai
sekarang ku masih belum paham soal porsi baik ke orang lain itu harus seberapa
besar. Masa baik ke orang pake porsi ya? Masa baik ke orang harus ada
batasannya?
Aneh.
Kebaikanku yang dilihat
oleh teman teman diukur dari kadar keikhlasanku terhadap sesuatu hal. Bagi
beberapa teman yang melihat bahwa kehidupanku katanya sering dikecewakan
banyak pihak. Padahal bagi kita yang ngejalanin, kadar kecewa dan tidaknya seseorang diukur dari
cara dia mengikhlaskan. Kalo kita sudah mampu ikhlas terhadap sesuatu
hal, kujamin gak bakal ada perasaan dikecewakan sedikitpun.
Ini mengutip kalimat
ajaibnya Bung Fiersa Besari dalam novelnya Konspirasi Alam Semesta “Aku
menyayangimu tanpa karena”. Kalimat itu ada dalam kisah Juang Astrajingga
dan Ana Tidae yang saling menyayangi tanpa karena sebab perilaku Juang yang
ajaib, yang peduli sosialnya tinggi banget sampai selalu membuat Ana khawatir.
Kalo kalian udah baca, Juang menghembuskan nafas terakhir aja ketika sedang
dalam berbuat kebaikan ke orang ya.
Bagiku, kalimat itu
tidak hanya mampu diimplementasikan ketika dalam suasana saling jatuh cinta
atau mempertahankan sesuatu hubungan. Aku melihat dari perspektif yang diimplementasikan ke dalam kehidupanku pribadi bahwa kalimat itu juga bisa
diucapkan dan diimplementasikan untuk mengikhlaskan sesuatu. “Aku menyayangimu
tanpa karena” adalah kalimat mahal yang berarti menyayangi dengan
kesungguhan hati dan tak melihat sesuatu kecuali hanya aku menyayangimu saja
itu cukup.
Ikhlas itu mudah. Percaya deh. Jika kalian orang yang bersosial dan mampu mengontrol keegoisan diri
kalian, dijamin 100% kalo ikhlas itu mudah. Aku kasih contoh soal cinta deh
ya, yang semua orang mudah baper dan paham wakakaka. Kalo kalian ada di situasi
kasmaran, namun keadaan yang tidak bisa dipastikan untuk bersama (karena
sesuatu hal yang menyakitkan) lalu kemudian dia memilih orang lain untuk
bersamanya yasudah ikhlaskan saja. Doakan saja. Kata Bang Fiersa Besari juga dalam lagu berjudul "Epilog" di album bukunya Konspirasi Alam Semesta bahwa "Hidup ini indah bila harus mengikhlaskan yang harus dilepas. Kau terlalu agung tuk dikalahkan rasa sakit".
Kalo kalian masih bisa gak
terima doi berbuat demikian, merasa doi yang salah karena memilih yang lain.
Kalo masih bisa menyalahkan doi dan gak berkaca ya aku bisa menyimpulkan bahwa
kalian egois. Sebab menyayangi tidak demikian. Sebab itu tadi, menyayangi itu
tanpa karena. Se-borok boroknya doi sama kita kalo kita udah sayang ya sayang
aja gkusah pake tapi-tapi.
Kunci dari ikhlas cuman
satu. Harus lebih dulu menyayanginya dengan sungguh-sungguh. Jadi ketika dia
mengecewakan jalan lainnya bukan gak terima lalu merasa dikecewakan tapi lebih
kepada mengikhlaskan. Kalo kalian tidak menyayanginya dengan sungguh-sungguh
maka ketika dia mengecewakan, jangan langsung menyalahkan. Sebab kalian juga
kena hukuman karena tidak menyayanginya dengan sungguh-sungguh. Kalo kita
menyayanginya dengan sungguh-sungguh, aku yakin kalian akan ikhlas untuk
kebahagiannya, meskipun dalam bentuk apapun itu.
Hidup itu aksi-reaksi.
Jangan sok-sok bilang merasa dikecewakan kalo kalian juga tak pernah
menyayanginya dengan sungguh-sungguh.
Rasa sayang itu bersih,
yang bikin kotor itu ego masing-masing. Rasa sayang itu tak pernah
mengecewakan, kecuali kalian sendiri yang tak menyayanginya dengan benar.
Jika bersama sulit
dilakukan, maka pilihan manis lainnya adalah mengikhlaskan.
Selamat mencoba ikhlas
versi super duper me yang sok teori ini:)
Komentar