Sudah seberapa egois ke badan sendiri?
Enggak banyak yang paham dan ngertiin diri sendiri ternyata. Bukan perkara apa yang bisa bikin kita bahagia tapi apa yang bikin kita bisa hidup dengan baik setiap harinya. Meskipun definisi hidup baik ya balik ke masing-masing individu ya.
Tapi semua orang pasti setuju kalau kita pengen memanusiakan tubuh kita. Dia juga punya usia. Terhitung sejak kita lahir dan seiring nambahnya umur kita, umur tubuh kita juga bertambah alias masa hidupnya akan berkurang.
Sering banget kita abai sama tubuh kita, padahal tubuh kita bisa ngomong lho. Tubuh kita punya suara yang bisa kita dengar dari tanda-tanda yang dia kasih. Aku pribadi kadang pura-pura enggak denger dengan alasan mager.
Niat tubuh kita ngasih tanda ya enggak lain dan enggak bukan cuma untuk menyelamatkan kita dari sakit, tapi juga membuat kita bisa hidup dengan baik setiap harinya. Sudah pernah dengar suara tubuh belum?
Coba dengerin deh!
Misalnya saat aku merasa sudah buntu cari ide untuk menyelesaikan pekerjaanku, aku mungkin perlu melakukan hobiku. Entah baca buku, nonton film, lain sebagainya. Jadi fungsi hobi bukan cuma bikin senang lho, tapi menyelamatkan kesehatan kepala kita.
Misalnya saat aku merasa pelit banget ke diri sendiri untuk beli atau melakukan sesuatu, ternyata karena aku juga sedang pelit ke orang lain atau lupa sedekah.
Misalnya saat aku merasa waktu dalam sehari berjalan cepat banget sampai melakukan aktivitas rasanya kemrungsung, itu karena aku kurang tidur atau tidak sholat dhuha.
Misalnya lagi saat badanku suka tiba-tiba pegal, mungkin bukan cuma salah tidur tapi aku sudah butuh olahraga.
Misalnya lainnya saat aku enggak mood lihat handphone dan social media, aku perlu melihat alam dan hijau-hijau.
Ada suara tubuh baru yang aku sadari beberapa waktu lalu. Ada rasa pengen curhat ke teman atau keluarga tapi rasanya enggak punya hal untuk diceritakan. Bukan merasa hidupku flat, cuma enggak tahu apa yang mesti diceritakan karena bukan sesuatu yang excited juga. Pada akhirnya aku menyadari, aku cuma perlu menulis. Sebab kalau menulis enggak perlu excited atau tidak, aku cuma perlu bercerita.
Ada suara tubuh baru lainnya juga yang aku sadari, aku beberapa kali bermimpi tentang seseorang dan menemukan namanya di berbagai tempat yang aku kunjungi. Bukan jatuh cinta atau kebencian. Ternyata aku cuma perlu mengikhlaskan apapun tentangnya. Memaklumi semua tentangnya sebab manusia ya beda-beda. Dia cuma beredar di wilayah hidupnya, pun kita juga kan and its work!
Mungkin masih banyak suara tubuh yang belum kukenali dan kuhapal. Sampai sekarang pun masih terus bekenalan sama tubuh sendiri. Semakin seru setiap harinya.
Kalau semua suara tubuh kita dengerin dan kita bisa ngikutin cluenya, hidup kita setiap hari akan baik dan bermakna banget. Itu bukan cuma self love tapi juga self humanize. Tubuh kita bukan cuma perlu dicintai kan tapi juga perlu dimanusiakan supaya dia punya ruang, enggak cuma ngikutin ego kita doang.

Komentar