Beberapa tahun ke belakang terutama di umurku 22 tahun saat genting-gentingnya fase kuliah, pertanyaan kayak gitu akan kita jawab ya keluarga terutama orang tua. Lepas usia 22 di saat udah mantap buat kerja, jawaban dari pertanyaan itu udah bergeser cukup jauh. Enggak nyangka banget kalo aku bisa mengubah jawaban dari pertanyaan itu yang tadinya orang tua adalah orang yang paling aku sayang menjadi diriku sendiri.
Ini egois enggak sih?
Actually no. Mostly orang tua kalo ditanya apa hal yang bikin mereka bahagia?
Ya lihat anaknya bahagia dong pastinya dan makin gede makin tahu kan kalo kebahagiaan harusnya enggak berasal dari orang lain tapi diri sendiri. Ya emang gitu kan hakikatnya bahagia. Balikin lagi deh, orang tua bahagia kalo kita bahagia kan? tapi orang tua enggak bisa menjamin membuat kita bahagia. Jadi kita harus bahagia sendiri biar orang tua kita bahagia.
Jadi, kita cuma harus bahagia biar orang tua bahagia?
Aku pake konsep yang biasa disebut root analytics. Cari dulu akarnya biar istilahnya pohon bisa tumbuh, menghasilkan dahan, ranting, daun sampe panen buahnya. Orang yang sangat dan harus kusayangi dan pedulikan adalah diri kita sendiri. Modal bisa sayang diri sendiri adalah kenal sama diri sendiri. Ya gimana mau sayang kalo enggak kenal ya kan. Untuk bisa kenal jelas kenalan dulu dong dan gimana caranya?
Cari tahu apa yang kita suka, enggak suka, bisa ditolerir, enggak bisa ditolerir, bisa kita maafkan, enggak bisa kita maafkan, bikin nyaman, bikin muak, sampe apa yang harus kita pertahankan dan tinggalkan.
Dengan data itu, kita sangat tahu apa yang kita mau dan enggak mau. Dengan ngelakuin aktivitas yang kusuka dan menghindari hal yang enggak kusuka, aku akan hidup tenang. Kalo udah tenang, kebahagiaan gampang banget didapat sama diri sendiri tanpa menaruh ekspektasi apa-apa karena hanya ngelakuin aja dengan happy setiap hari.
Gimana dengan masalah yang enggak habis-habis setiap hari?
Itu juga kena pengaruh dari ketenangan tadi, kalo hidup tenang ya hadapin masalah juga tenang kan.
Banyak banget lho orang yang enggak kenal dengan diri mereka sendiri akhirnya banyak orang yang enggak sayang sama diri sendiri. Entah jadi memforsir diri sendiri, enggak peduli sama apa yang di mau bahkan sampe kalo ditanya "Pengen apa?" jawabannya pun enggak tahu.
Jalanin hidup masing-masing emang enggak ada user manualnya pun rumusnya juga enggak paten karena hidup bukan matematika. Tapi hidup juga bukan berarti enggak bisa didefinisikan dengan pasti. Dia punya rumus yang rumusnya diciptakan sendiri-sendiri. Memilih kenal sama diri sendiri yang udah nemenin hidup akan jauh lebih menenangkan daripada hidup bareng sama "orang yang enggak kita kenal".
Jangan sampe enggak kenal sama diri sendiri, karena dalam hidup pertanyaan "Kamu siapa?" dan "Kamu sukanya/pengennya apa?" harusnya bisa kamu jawab tanpa mikir.
Letakkan diri sendiri nomer satu karena yang lain bisa menyesuaikan. Kalo diri sendiri sehat, yang lain gampang diurus. Kalo diri sendiri tahu maunya apa, beraktivitas tiap hari dan tiap waktu akan gampang juga.
Kalo diri sendiri nomer satu, siapapun yang berusaha menghancurkan kita enggak akan punya celah dan yang pengen banget kita bahagia akan dapet bahagianya juga tanpa perlu kita kasih apa-apa ke mereka. Kalo diri sendiri nomer satu, prioritas nomer 2, 3, 4, dst akan jauh lebih gampang buat dijalanin.
Komentar