Ini KRL jurusan Jakarta-Bekasi yang kuambil waktu transit di Stasiun Manggarai
(kelihatan kan berjubelnya terpampang nyata sampe dipinggir pintu wakaka)
Pernah lihat orang ngeludah sembarangan? atau pernah lihat orang batuk tapi enggak berusaha nutupin mulutnya? kalo bersin tapi enggak ditutup mulutnya atau nguap enggak ditutup mulutnya? atau yang paling simpel lagi pernah lihat orang atau denger orang dideketmu ngeluarin suara "ck".
"Ck" adalah semacam bunyi yang keluar dari mulut, biasanya dikeluarkan karena bentuk kekesalan seseorang/kemarahan orang terhadap sesuatu hal yang terjadi pada dirinya bisa dari lingkungan sekitarnya bisa jadi dari lingkungan lainnya dia.
Aku mau share nih, tentang apa yang terjadi padaku kalo denger orang yang bilang "ck", ngeludah sembarangan atau batuk tapi enggak nutup mulut. Paling nyata yang terjadi adalah kita jadi ikut kesel, misal orang itu bilang "ck" karena sesuatu hal enggak enak yang ada disekitar kita, kita yang tadinya biasa aja bakal jadi ikutan kesel atau minimal jadi semacam "mengutuk keadaan; kok gini sih suasanya" atau lagi yang lebih simpel malah mikir gini ke orangnya "gitu banget sih". Kalo ngelihat orang ngeludah atau batuk enggak ditutup pun jadi merasa "woy, apa banget sih ah".
That's why the title of these one is negative actions produce negative reactions.
Kalo ternyata ketika kamu ngasih energi negatif di sekitarmu itu berdampak buat oranglain. Oranglain yang denger juga jadi punya perasaan enggak enak (mengutuk keadaan).
Ku kasih contoh misal lagi di KRL (Kereta Rangkaian Listrik) yang merupakan transportasi massal terutama di Jabodetabek ya. Sebagai transportasi umum yang digunakan banyak orang, rame itu udah pasti, bejubel malah lebih sering dan enggak dipungkiri yang menggunakan pun sebagian besar adalah para pekerja yang bekerja di wilayah Jabodetabek itu.
Semua orang yang naik KRL ini bisa macem-macem bentuknya dari mulai yang sehat, enggak sehat, sakit, ada yang lagi bahagia, pusing, sedih, marah, dan sebagainya. Dalam kondisi tidak baik (ex: sakit, sedih, marah) kecenderungannya ketika ketemu keadaan yang enggak enak ya makin terpancing kan hormon marahnya. Keadaan penuh sesak, kondisi terburu-buru, apalagi capek (bisa jadi kurang tidur kalo pas berangkat kerja dan capek kerja seharian saat pulang kerja) adalah faktor yang paling dominan kalo menurut observasiku.
Jadi yang namanya bunyi "ck" dari ribuan orang bahkan kadang-kadang nemuin orang nyebut "astaghfirullah' atau nangis di kereta adalah hal biasa buatku wakaka. Sebagai orang yang lama hidup di Yogja dan kemudian menghadapi rutinitas jakarta, ku kaget sekali. Parah kagetnya. Jakarta memang sudah menjelma menjadi kota yang terburu-buru tak kenal waktu. Semacam tak pernah lenggang dan jam tangan mengerjar semua orang.
Sebagai orang yang sekarang akhirnya bismillah akan hidup di Jakarta sampai waktu yang belum ditentukan, Aku cuma ingin berpesan.......
Energi positif yang kamu keluarkan dari dalam dirimu akan berpengaruh positif juga buat orang lain dan begitupun sebaliknya. Semarah, sepusing dan sesedih apapun kamu usahakan jangan sampai berdampak ke lingkunganmu. Itu milikmu, rasa kayak gitu sepenuhnya milikmu, maka jangan biarkan lingkungan yang jadi penikmatnya (korbannya sih lebih tepatnya). Nikmatin aja, karena kalo udah berlalu suka bikin rindu.
Aku akan berbagi beberapa foto-foto perihal KRL, stasiun dan berbagai pernak-perniknya wakaka yang kuambil langsung ditengah-tengah aktivitasku supaya kalian yang enggak tinggal di Jabodetabek atau belum pernah naik KRL bisa punya gambaran. Let's see....
Ini KRL tampak dari jauh ya.
Kuambil waktu melintas di Stasiun Maja.
Ini gambar suasana di dalam KRL khusus gerbong wanita
(kelihatan kan enggak ada laki-laki disitu)
The last one: keriwuhan dan keributan saat keluar KRL di Stasiun Tanah Abang.
Ya mungkin karena Tanah Abang adalah salah satu stasiun transit, makanya ramenya naudzubillah deh. Ya begini ini naik tangga aja antri, eskalator aja buat lari.




Komentar