Langsung ke konten utama

Ibu Bapakku Keren!

Oiya tulisan ini akan kuisi dengan rasa syukur beserta air mata bahagia.

Sudahkah kalian bersyukur karena dapat orang tua seperti yang kalian punya sekarang?

Aku baru saja melakukannya, kadang hampir lupa untuk bersyukur karena memiliki mereka, benar kita mendoakan mereka setiap hari tapi di sisi lain kadang kita lupa bersyukur karena telah lahir dari mereka. Dini hari tadi kuchatingan dengan Ibu via whatsapp, kami membicarakan soal langkah penyusunan skripsi yang akan kuambil di semester akhir kuliah S1. Hal ini yang membuat lupa bersyukur, aku lupa bahwa dari dulu gak ada hal lain yang bisa membuat Ibu dan Bapak bahagia dan tenang kecuali anaknya ingat sholat, sehat dan bisa jaga diri. Aku garis bawahi soal itu dan gak lebih dari itu. Saat anak-anaknya bisa menjaga itu semua bahkan gak ada lagi hal yang mereka butuhkan untuk membuat mereka tenang. Gak ada lagi hal yang menyebabkan mereka menuntut sesuatu dari kami, anak anaknya.

Aku lupa bahwa dari dulu sejak kami kecil, Ibu dan Bapak gak pernah meminta sesuatu dari kami (yang sampai kami harus melakukannya dengan susah payah). Iya termasuk prestasi, mereka gak pernah minta kami untuk selalu juara 1 atau minta kami selalu masuk 5 besar kelas seperti orang tua kebanyakan. Mereka gak pernah memforsir kami dan membiarkan kami menikmati proses pendidikan dengan adaptasi masing-masing yang kami mampu. Tapi satu hal yang mereka tanamkan bahwa sesuatu yang kami inginkan harus melalui sebuah usaha, mereka tidak pernah meminta kami berprestasi tapi mereka selalu minta kami untuk belajar dan berusaha. Bagi mereka “orang yang gak dapet rangking 1, itu bukan karena mereka tidak belajar, bisa saja memang kemampuannya demikian dan memang di bawah teman-temannya, yang penting untuk berada di posisi apapun itu kami melakukannya dengan berusaha sungguh-sungguh”. Mereka percaya saat anak-anaknya ingat sholat, sehat dan bisa jaga diri, mereka bisa melepas anak-anaknya jauh dengan tenang meskipun tetap berat (siapa juga yang gak berat jauh dari anak atau orang tua ya hmmmmm).

Bagiku, Ibu Bapak keren!!!

Mereka malah kurang setuju dengan orang tua yang memaksa anaknya untuk selalu rangking 1 di kelasnya atau prestasi yang lain, mereka yang bisa melakukannya mungkin karena mampu, bagaimana jika memang sudah berusaha dan tetap tak mampu terlebih bagaimana jika memang bukan rezeki (?).

Singkat cerita, akhirnya Ibu mengerti keadaaanku, oh salah. Ibu selalu mengerti keadaan anak-anaknya. Aku cerita, target lulus begini begini begini dan lucunya Ibu bukannya kaget atau gimana malah bilang “Kapanpun dan gimanapun targetnya yang penting Mb Intang enjoy jalaninnya, gakusah beban, kan gak ada yang ngejar dan mengharuskan lulus sedemikian bentuknya”. Jangan tanya soal Bapak, Bapak itu kalo diceritain soal sekolah hmmmm paling selooooowww, bahkan kalau anaknya lagi stres ujian malah disuruh pulang ke Banten. Lucu kan, ya emang. Di saat orang tua lain memaksa anaknya kudu pintar karena jangan sampai bikin malu, mereka gak. Bagi mereka ada yang lebih penting dari sekedar menjadi pintar, yaitu harus punya attitude yang baik.

Kalo pembaca tahu, prestasi-prestasi yang kudapat dari dulu mungkin sampai sekarang itu kudapatkan bukan karena aku bisa, tapi karena berusaha. Oh ya aku berusaha bukan untuk diri sendiri ya. Begini, aku tipe orang yang cukup kepala batu “semakin di larang, semakin melanggar dan kalau tidak suruh dan ditekan malah menjalankan dengan baik”. Aku berprestasi karena ya berusaha membahagiakan orang tua yang gak pernah nuntut apa-apa dari anak-anaknya (semacam reward buat mereka karena selalu membebaskan hidup anak-anaknya). Semakin mereka gak pernah nuntut apa-apa semakin tinggi rasa keinginan anak-anaknya untuk melakukan lebih (lebih tinggi dari yang mereka sangka). Basically kusuka ngasih kejutan ke orang, aku suka ngasih sesuatu lebih ke orang dari yang mereka sangka karena kubebas melakukannya. Bayangkan ketika mereka memaksa anaknya untuk selalu rangking 1, maka ketika aku mendapatkannya ya mereka akan biasa saja bahkan mungkin mbatin “ya emang udah seharusnya” tapi kalo mereka gak pernah meminta anak-anaknya rangking 1 dan kita akhirnya dapat kan kayak "halooo kejutaaaaann!!!!"

Kata bapak pendidikan itu adalah proses kedewasaan, bukan cuman cari ilmu tapi bisa gak melewati fase adaptasi. Contohnya, kalian selama sekolah atau abis lulus sekolah  gakpunya teman dan link juga percuma aja, kalau begitu kenapa gak homeschooling aja ya kan. Terus selama sekolah bisa gak ber-attitude yang baik kepada guru dan kakak kelas (mungkin). Kalo itu berhasil berarti proses kedewasaanmu terlewati dengan baik.

Mereka selalu berusaha menjadi teman yang baik buat anak-anaknya. Mereka tahu aku suka tantangan, aku selalu bilang seburuk apapun kehidupanku ya harus selalu berusaha lebih baik dari kemarin. Itu juga yang mereka tanamkan. Mereka gak pernah minta aku lebih baik dari mereka, tapi lebih baik dari aku yang kemarin setiap harinya. Itu sangat cukup bagi mereka. Lalu, semakin mereka merasa cukup dan puas dengan apa yang kulakukan, aku malah semakin gak puas dan ingin kasih lebih. Aku janji apapun yang bakal aku lakukan ketika itu tidak terlalu membanggakan, aku akan cari nilai dari sisi yang lain supaya bisa mengejutkan mereka.

Doa orangtua semacam free pass menuju kesuksesan gak sih.
Selamat menunggu kejutan lainnya di esok hari!

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...