Menulis ini dengan penuh rasa syukur betapa aku dikaruniai kehidupan yang seru. Seru karena di usia muda ini diberikan hidup yang bisa belajar adaptasi dengan berbagai aspek dan kondisi --sebut dar der dor. Betapa bekerja di perusahaan ini membuatku belajar adaptasi untuk bisa dikirim kemanapun project berjalan dan gimanapun bentuk projectnya. Banyak hal yang dipelajari di 2025 terutama strategi politik dan "cara bermain" di lingkup orang atas.
Sejak covid 2020, perusahaan memberlakukan remote working yang mana aku bebas kerja dimana aja. Aku memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya buat wara wiri ke berbagai tempat terutama absen ke rumah Jogja-Maja dan nggak lupa buat absen ke rumah keluarga di Bali. Berakhir kejebak di Bali selama 3 bulan karena lockdown adalah hal yang kusyukuri ahahaha.
Pindah dari perusahaan ini di tahun 2022 awal membuatku kehilangan momen wara wiri tapi tetap tidak lepas dari syukur karena jadi bisa ngerasain hidup di sekitar Cilandak, Jakarta. Tahun 2023 bulan Juni memutuskan hidup selama sebulan di rumah keluarga di Banjarbaru dan secara karir balik ke perusahaan ini lagi dengan bahagia karena tahu akan full remote lagi meskipun harus stanby di area jabodetabek.
Di luar ekspektasi, kondisi posisiku di perusahaan ini bukan full remote lagi tapi harus siap ditempatkan dimanapun alias kapanpun diminta onsite harus mau dan bisa. Akhir 2024 diminta standby di Bandung dengan pace kehidupan baru yang kumulai (cerita detail di sini). Setahun berselang tepatnya hampir akhir 2025 harus siap pindah ke Tangerang dan kemungkinan akan ditempatkan di Kalimantan Tengah meskipun sampai tulisan ini ditulis masih stanby di Jakarta untuk menunggu kepastian penempatan.
Hal yang aku garis bawahi terhadap perpindahan dan perubahan ini bukan cuma soal adaptasi di tempat baru tapi juga management tenang di tengah ketidakpastian dan berbagai kabar mendadak untuk pindah.
Aku belajar management berjalan perlahan, management packing barang terutama baju yang harus aku bawa ke tempat baru mengingat aku tetap harus membagi bajuku di 4 kota (Jogja, Maja, Jakarta, dan Bandung), management mix and match, management nyuci baju, management hidup dalam kondisi keterbatasan, management badan untuk bisa olahraga dimanapun tempatnya, cuacanya, terlebih kondisinya, management emosi dengan kasus baru setiap hari, management stress dalam tekanan ketidakpastian, management bertemu dengan banyak orang yang terbiasa dengan zona nyamannya. Lebih penting dari itu semua adalah management syukur dalam hidup. Ternyata syukur juga perlu dimanage sebab hampir tidak mungkin terlepas dari kufur. Syukur yang diatur akan mereduksi kufur itu sendiri.
Syukur yang dimanage membuatku bisa berdamai dengan segala situasi dan kondisi bahkan yang di luar kontrolku. Ternyata "nerimo (nerima)" aja tidak cukup buatku. "Ngelakoni kanthi bungahing ati (menjalani dengan hati yang bahagia)" yang aku butuhkan. Nggak selalu sebahagia itu, tapi kalau targetnya bahagia ya pasti akan sampai. Sejauh ini hampir selalu melampaui pada akhirnya. Kesimpulan kehidupan 2025 ini adalah lebih gampang mengusahakan love what i do daripada do what i love dengan management syukur.

Komentar