Langsung ke konten utama

Ujung-Ujungnya Duit


Teori bersyukur emang susah banget diimplementasikan. Namanya manusia, ada aja rasa kurang puasnya. Lawannya syukur ya kufur alias nafsu yang enggak bisa dikendaliin. Ujungnya orang-orang yang sudah dikendalikan sama nafsu ya jadi enggak tahu diri.

Padahal Tuhan udah punya rumus rezeki, kita enggak perlu nuntut segitunya. Tuhan udah paham banget soal seberapa banyak rezeki yang seharusnya kita dapat. Soalnya rumus rezeki enggak sesederhana usaha = rezeki, tapi mungkin di mix dengan ujian, di mix dengan kemampunan kita, di mix dengan kesabaran kita, dan di mix dengan perkara lain yang mana Tuhan lebih tahu. 

Nuntut rezeki yang enggak kesampaian akhirnya bikin kita marah sama Tuhan. Ke belakangnya bisa banyak tuh, bisa merasa Tuhan enggak adil, bisa jadi clamitan ke orang lain, dan jahat sama orang lain. 

Meski belum mapan secara finansial tapi kalau pikiran kita "terlalu matre" dan nuntut rezeki terus sebenarnya mental kita masih jauh dari rasa cukup dan rasa syukur. Padahal yang bikin rezeki terasa cukup ya rasa syukur itu sendiri. Matematikanya enggak akan ketemu kalau cuma dihitung pake angka, emang harus dimasukan bumbu syukur biar terasa cukup. Susah? jelas. Soalnya hadiahnya ketenangan hidup. 

Ngomong-ngomong rezeki, ayo bahas soal duit. Duit itu algoritmanya juga susah ditebak. Kadang semakin diomongin, semakin terasa jauh karena pikiran kita cuma di situ-situ aja. Pasti pernah deh, ngitung duit tapi makin dihitung rasanya makin kurang. Begitu dijalanin ya cukup-cukup aja. 

Stop jadi manusia yang celamitan ke Allah (in bad way), apalagi celamitan ke sesama manusia lainnya. Tahu enggak sih, kalau kita celamitan itu tanpa sadar apapun akan kita giring ke arah duit dan ketidaktahudirian. Bahayanya, diajak ngobrol apapun akan ujung-ujungnya duit. Ketika udah berlebihan, akan muncul tuh yang namanya enggak tahu diri. Apa-apa dihitung dan apa-apa nominal.  

Stop jadi manusia yang isi otaknya cuma duit aja. Stop jadi manusia yang kalau diajak ngobrol ujungnya transaksional dan money oriented. Lawan biacara kita akan capek banget kalau digiringnya selalu ke arah duit. Semakin mengejar duit, duit semakin jauh. Believe it or not! 

Itulah kenapa ada konsep sedekah. Semakin banyak yang dikeluarkan, kok semakin kaya? 

Secara matematika enggak logis, tapi kejadian. Artinya, ketika kita mengeluarkan duit sesuai peruntukannya, itu enggak akan bikin kita jadi miskin. Semakin pelit, hitung-hitungan, dan keep duit buat diri sendiri, maka rasanya semakin kurang.

Alasan paling logis supaya kita enggak gampang hitung-hitungan adalah bahwa Tuhan juga enggak hitung-hitungan sama kita. Pasti banyak di lingkungan kita, orang-orang yang enggak hitung-hitungan juga sama kita. Mari mulai biasakan bertukar non-transactional value sehingga kita bisa mikir value selain duit. Aku yakin yang didapat akan jauh lebih banyak dan enggak bisa diukur pake duit.

Ilmu, kebaikan, manfaat, relasi, opportunity, keberlangsungan, dan lain sebagainya adalah hal yang enggak bisa diukur pake duit. Bukan berarti enggak ada nilainya, tapi karena nilainya lebih dari duit.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak Tuannya

Pasti kalian pernah denger kalimat “amanah tak pernah salah memilih pundak tuannya”. Berdasar orang-orang yang memiliki amanah dan survey kecil-kecilan yang aku lakukan bahwa kalimat itu sering kali menjadi senjata dan kekuatan bagi mereka untuk kuat dalam menjalankan amanahnya. Mereka meyakini bahwa segala beban-beban dalam kehidupan mereka itu sudah diatur oleh yang kuasa, mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu hal yang mungkin tidak bisa orang lain dapatkan.  Saat seseorang mendapatkan suatu amanah lalu dia menjalankannya dengan niat mencari ridho yang kuasa, maka segala beban berat di atas pundaknya akan dibantu diangkat alias berasanya enteng banget aja pas jalanin. Terdengar klise dan magis tapi kejadian beneran. Amanah secara istilah berarti jujur atau dapat dipercaya. P erilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan menjadi haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya.  Amanah itu ada banyak jeni...

Memangil Masa Lalu

"Masa lalu enggak usah diinget inget lagi. Jangan nengok ke belakang. Hidup itu harus ke depan"  Enggak sepenuhnya benar dan enggak sepenuhnya salah. Di dunia ini enggak ada yang absolut kok, semuanya tergantung. Bisa tergantung tujuannya, tergantung alasannya, tergantung peruntukannya, tergantung siap dan tidaknya, dan tergantung yang lainnya. Satu hal yang pasti, masa lalu juga bagian dari diri kita. Enggak bisa dihapus. Kalau dihapus ya berarti meniadakan keberadaaan kita di masa sekarang dan masa depan. Kita sudah terlanjur terbentuk oleh masa lalu.  Kalau sekiranya masa lalu sangat tidak perlu dikenang setiap saat, maka ia cuma perlu dibungkus rapi dan dibuka kembali saat kita siap atau bahkan tidak akan pernah dibuka lagi sama sekali sampai kapanpun. Your choice! Tapi aku ingin berbagi bagaimana caranya bersyukur dengan mudah. Enggak dipungkiri kita pasti sering banget kufur nikmat kan. Sering banget ngeluh seakan-akan Allah.swt jahat banget sama...

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Periode ini adalah Kuliah Kerja Nyata ke 55 Universitas Islam Indonesia 2017. Nah alhamdulillah banget dapat lokasi yang gak terlalu jauh banget dari Jogja yaitu di Dusun Kekoan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kalo kalian tahu tempat wisata Top Selfie Pinus Kragilan, nah dusun kekoan ini berada di atas tepat dusun kragilan. Pengen cerita kalo KKN kali ini unitku yaitu unit 282 ada 9 orang yang menakjubkan, yang sampai sekarang selalu kusyukuri. 9 orang ini ada Mas Prasetyo Ardianto (Teknik Industri) dia ini kanit alias ketua unit yang uuuuhh wakaka gakusah dilanjutkan ya takut fitnah ah. Ketua unit ini parah banget jailnya tapi baiknya nggak usah ditanya ya. Ada Helmi Ilham Nugraha (Manajemen IP) hehe anak ini kocak, ya begitulah selalu bikin khawatir gara-gara dia sok sibuk banget karena kepilih jadi koordinator desa gitu deh, kadang suka lupa makan dan jiwanya akamsi hmmm anak kampung sini banget, kata warga dusun sini dia suruh nikah terus tinggal ...