Tangga di Stasiun Tanah Abang Aku sekarang ada di usia 22 tahun. Iya, usia yang katanya sedang diambang kegalauan hidup. Sedang ada di fase bahwa menjaga hati dan bersyukur adalah satu-satunya jalan supaya tetep bisa stand by myself on the way i choose. Sedangkan di satu sisi godaan-godaan buat bersyukur lagi banyak-banyaknya. Ada temen yang udah S2lah, nikahlah, punya anaklah kerja dan sukseslah. Semuanya bikin iri. Terus kita menilai ke diri sendiri dan munculah pertanyaan "kok aku masih gini-gini aja ya" Semua yang ada di usia 20an pasti mengalami ini. E nggak terpungkiri, aku pun iya. Menanggapi diri sendiri yang begini emang solusi terbaiknya adalah mikir. Mikir udah sampai sejauh ini, sudah sampai fase ini dimana aku setidaknya masih lebih mending daripada teman-teman yang masih susah cari kerja atau dapet masalah lainnya dalam hidup mereka. Masih mending tinggal mikirin diri sendiri doang dimana Ibu Bapak enggak pernah ngasih target apa-apa ke ...
Menulis adalah kekuatan. Berpuisi adalah kesempatan