Hari Minggu, 13 Mei 2018 Indonesia berduka, khususnya untuk 3 gereja di Kota Surabaya yaitu Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno dan di wilayah rumah susun Wonocolo Taman Sidoarjo. Kemudian hari Senin, 14 Mei 2018 Mapolrestabes Surabaya juga diguncang bom. Hari senin itu aku mendapat video Ibu Risma (Walikota Surabaya) sampai menangis karena tak kuasa menahan duka atas wilayah kepemimpinannya. Aku menyoroti kasus ini kepada pelakunya. Semua pelakunya beragama islam (muslim). Pada masa itu banyak sekali warganet yang menghujat mereka, kendati agama mereka dan keseharian mereka di lingkungannya. Mereka muslim dengan kesehariannya yang baik-baik saja bahkan rajin ke masjid membuat warganet semakin menghujat mereka. “Teroris itu bukan islam”, “Ke masjid itu hanya kedok saja untuk menyusun rencana pengeboman biar tidak terendus masyarakat”, “sok-sokan baik ke warga biar tidak ketahuan”. Lebih parahnya lagi ada...
Menulis adalah kekuatan. Berpuisi adalah kesempatan