Hari ini, Senin 12 Februari 2018 aku bertemu Mbak Aesthesia Nurasih di Jakarta. Kakak tingkat di bangku perkuliahan yang gaktau kenapa bisa ku sayangi banget hehe. Semoga dia gak baca ya. Hari ini aku belajar arti ketulusan dari Dia. Memang gak bisa aku ceritakan apa bentuknya karena ini menyangkuut cinta hehe. Intinya dia telah mengajarkan aku bahwa ketulusan hanya bisa kita lakukan, dia sudah tidak menjadi ketulusan lagi ketika diumbar dalam artian diumbar kepada orang yang bersangkutan. Dia hanya perlu tahu bahwa Dia melakukan ketulusan itu, pengorbanan itu untuk seseorang yang Dia rasa perlu, entah mungkin Dia sayangi atau atas kepentingan lain. Aku jadi teringat cerita Sayidina Abu Bakar yang menahan rela digigit ular demi menjaga tidurnya Rasulullah, saking cintanya beliau kepada Rasulullah. Saat itu Rasulullah dan Abu Bakar sedang kelelahan dalam perjalanan bersembunyi dari kaum quraisy, mereka beristrirahat di Gua Tsur. Gua Tsur memang terkenal dengan adanya binatang-bi...
Menulis adalah kekuatan. Berpuisi adalah kesempatan