Tak usah membicarakan senja yang kemarin Semburatnya telah ditelan puncak gunung merbabu Kepada kamu Aku ingin berpamitan Meski hati dan jiwa masih tertuju kepadamu Jangan mencoba menjadi embun lagi Kini ia sudah tak sejuk seperti kemarin Jangan mencoba menjadi dermaga untukku berlabuh Karena nyatanya memang kau yang menjauh Lupakan soal langit dan awan Yang kita sering pandang bersama Karena realita berkata kau hanya memberi harapan Lalu pura-pura bahagia bersama Berhenti menjadi ilalang yang ingin dikenang Aku. Tanpamu. Sudah bahagia sekarang Untuk Ayu Yogya, 15 September 2017
Menulis adalah kekuatan. Berpuisi adalah kesempatan